mau ngobrol?

Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 26 Juli 2011

kiprok

Quantcast
Mungkin kita sering mendengar tentang kiprok. Bahkan sering kalau ada yang jual motor. ada infonya kiprok baru … !!! aph itu kiprok? Kalau yang pernah mengetahui tentang electro, mungkin tidak akan asing lagi. ketika membuat suatu adaptor entah 12 volt. Kalau ngeliat rangkaiannya… cuma ada trafo yang input 220 volt (kadang bisa milih 110 volt red.),… dan keluarannya bisa 12 volt sekian ampere … (besarnya ampere tergantung besarnya trafo red.) … !!! dari sana… dilanjutkan dengan rangkaian ‘jembatan dioda’ plus keluarannya masuk ke capacitor… jadi deh voltase DC yang diinginkan …!!!
Nah mirip dengan hal itu,… kira-kira begitulah kerjanya si regulator rectifier …!!! Hanya saja … persoalan trafo ditangani oleh alternator… dimana mengeluarkan voltase AC melalui perputaran magneto flywheel …!!! Jadi yang satu bekerja pake listrik… yang satu dari tenaga gerak…. mirip deeh kalau jaman dulu…pada sepeda ontel. ada alternator yang digerakkan ban depan.. terus lampu sepeda onthel bisa nyalaaa … !!! Naah tugas si regulator rectifier itu merubah voltase AC menjadi DC … !!!
Hasilnya adalah aki bisa dicharge… bisa menyalakan lampu… menyalakan lampu sein etc… !!! Perhatikan deeh,… kalau di motor bebek… head lamp itu baru bisa nyala… ketika motor hidup… !!! Mau switch di on,… kalau motor belum hidup… ya tidak mau nyala… !!! Tapi lampu sein,… bisa nyala… lampu rem bisa nyala… kenapa demikian …??? Yaah karena voltase headlamp dikeluarkan oleh regulator rectifier ini… sedangkan yang lainnya menggunakan aki … !!!
Coba lageee,… perhatikan kalau beli motor baru… teruz distarter dan dinyalakan… headlamp menyala dengan stabil… !!!

 yang jeasnya :

 kiprok atau Regulator rectifier atau Silicon Controlled Rectifier.

Berfungsi sebagai penyearah arus, dari arus bolak balik AC yg dihasilkan dari magnet dan spull menjadi arus DC yang arus DC tsb digunakan dalam Charging ACCU (aki) yang notabene instrument2 seperti lampu sign, klakson serta instrumen2 speedometer dll sangat tergantung dari tenaga ACCU. Selain itu Kiprok juga berfungsi mengatur kestabilan aliran arus listrik untuk dikirim ke pengapian (CDI ->koil-->busi) sesuai putaran mesin.

Posisi kiprok ada dibawah tangki bensin & dibaut ke rangka.

Pada motor2 Raja yg dikorek baik korek ringan maupun korek kelas berat, sering fungsi kiprok tsb tidak digunakan alias gak pake kiprok oleh mekanik2 ato bengkel2nya ato memang kabel bodynya sudah dilepasin berikut kiprok dan ACCU-nya. Efek utama yang dikejar adalah cepatnya respon tarikan mesin pada motor raja yg tidak pake Kiprok. Untuk lengkapnya seperti dibawah ini:

1. arus yg dihasilkan lebih cepat dan besar, tapi naik turunnya arus juga cepat secepat naik turunnya putaran mesin. Respon tarikan mesin juga jadi lebih cepat, terutama pada putaran bawah yang terasa sekali naiknya perubahan. Ini dikarenakan arus yg mengalir ke CDI yg diteruskan ke koil dst lebih murni tanpa ada fungsi kiprok yaitu menstabilkan arus sehingga perubahan naik turunnya arus pada putaran mesin lebih datar ato tidak secepat naik dan turunnya putaran mesin tanpa kiprok.

2. lampu headlamp akan sangat terang sekali karena arusnya cukup besar dan cepat. Dan pada putaran2 tinggi bohlam headlamp standar akan sering putus karenanya.

3. tidak berfungsinya ACCU yang otomatis part instrument seperti klakson, lampu sign dll juga tidak berfungsi karena ACCU tidak dapat di charging yg notabene banyak part instrument tsb bergantung pada ACCU seperti klakson, sign dll.

Kita bisa memodifikasi fungsi kiprok sesuai kebutuhan kita dengan mengetahui fungsi2 kabel dikiprok tsb.
1. Kabel hitam = masa
2. Kabel merah = instrument, klakson, sign dll.
3. Kabel putih = charging accu
4. kabel kuning strip merah = menstabilkan arus ke pengapian.


Untuk mendapatkan tenaga listrik murni untuk pengapian seperti pada motor2 raja yg tidak pake kiprok, cukup putuskan kabel kuning strip merah pada kiprok. selebihnya tetap terhubung dgn kiprok. Efeknya tarikan akan lebih responsif apalagi pada putaran bawah, tetapi top speed tetap tidak berubah sesuai torsi mesin, dan instrument yang lain (klason, sign, charging ACCU dll) tetap bekerja normal. (gbr.1)

Bila headlamp Raja anda tidak terang, bisa jadi salah satu penyebabnya kiprok anda sudah kurang bekerja maksimal ato lemot. Anda bisa mengakalinya dengan melepas batasan arus di kiprok (kabel putih=charging ACCU) tetapi bohlam headlamp standar RX-king anda harus diganti dengan yang lebih besar watt-nya agar tetap kuat pada arus besar pada saat putaran mesin tinggi. Anda juga bisa memasang saklar di stang ato memodifikasi fungsi saklar standar King di stang anda agar mudah untuk memutus & dan menyabung (on/off) fungsi charging ACCU yang sangat banyak memakan arus, sehingga fungsi instrument, klakson, sign dll tetap bisa bekerja. Kalo anda butuh untuk menggunakan lampu sign ato klakson tinggal swicth chargingnya dihidupkan setelah itu bisa dimatikan tergantung kebutuhan anda. Soalnya bisa pusing kalo diberhentikan polisi lalu instrument seperti lampu sign, taillamp, klakson kita gak nyala. Direkomendasikan memakai bohlam headlamp minimal type halogen 55watt keatas. Bila memakai bohlam halogen 55watt keatas, batok,kaca dan reflektor headlamp Raja harus yang asli ato orisinil karena kalo yg imitasi bisa gak kuat ato bisa meleleh kena panas bohlam tsb. Cahaya headlamp yang dihasilkan dari modifikasi tsb akan sangat terang sekali. (gbr.2)

user posted image

ciri kiprok mati.. 

mau tanya ciri-ciri kiprok mati atau dah lemah gimana si...????

kiprok mati/dah lemah gejala na pengisian aki berkurang,lampu motor redup walau sudah digas.
klo air aki masih di batas normal ya gpp kok...,
Kiprok-nya yang berapa kaki bro (jumlah terminal).
Ambil contoh kiprok bebek Honda Supra ada 4 kaki (kabel warna putih, kuning, hijau dan merah). Tugasnya selain buat pengisian (mengubah arus AC jd DC) juga sebagai penyetabil (jika pengisian berlebih akan dibuang ke massa).

Nah, kalo yang rusak fungsi pengisian maka aki akan tekor. Tapi kalo yang rusak fungsi penyetabil maka justru bisa overcharge. Misal lampu depan atau lampu panel speedometer sering putus. Ciri lainnya saat putaran mesin dinaikkan, lampu tambah terang hingga putus. Harusnya nyala lampu tetap stabil (meski lampu bukan langsung dari aki ya).

Paling valid ngecek kondisi kiprok dengan menggunakan multitester. Ada data pengukuran sesuai jenis kiproknya. Beda motor, beda datanya.

Periksa Accu dan Kiprok

Periksa Accu dan Kiprok

Trouble Shooting Kelistrikan Motor
Menganalisa masalah kelistrikan motor memang terkadang gampang-gampang susah. Ada masalah pada lampu yang tak mau menyala atau redup, starter elektrik tak berfungsi baik dan lampu sein tak bekerja sempurna, langsung yang terpikir adalah masalah ada pada accu nya. Tak sedikit dari bikers yang harus membeli accu baru, tapi tak menyelesaikan masalah. Justru masalah yang sama tetap ada meski accu sudah diganti dengan yang baru.
Dalam menganalisa masalah kelistrikan motor, ada beberpa unsur yang harus diperhatikan selain accu.
Biasanya dalam Trouble Shooting untuk kelistrikan motor menggunakan skema duri ikan. Dimana accu adalah komponen pertama yang dilakukan pemeriksaan. Setelah accu pemeriksaan diarahkan ke Wiring atau pengkabelan, berlanjut ke Regulator, dan terakhir Generator.
Lakukan pengecekan accu dengan Multitester untuk mengetahui apakah voltase masih berada dalam kondisi normal. Jika jarum multitester menunjukan angka dibawah 7 volt, coba charge ulang accu tersebut. Kalau sudah dicharge dan dalam waktu yang singkat voltase kembali berkurang, perlu dicurigai adanya hubungan arus pendek.
Terkadang ada dibeberapa bagian kabel yang mulai getas atau rapuh, sehingga saat terjadi gesekan dengan bodi atau rangka, kulit kabel mudah terkelupas. Hal ini juga memicu permasalahan kelistrikan atau konslet.
Yang tak kalah penting mendapat pemeriksaan adalah kiprok atau dalam bahasa teknis nya disebut sebagai regulator rectifier. Saat kiprok bermasalah, terkadang analisa bengkel pun salah dan langsung menuju pada accu. Entah karena ingin mendapat keuntungan dari penjualan atau karena memang sang mekanik tak paham dalam mengatasi masalah kelistrikan.
Biasanya jika kiprok bermasalah, usia accu tak akan lama karena arus listrik dari spul yang seharusnya dialirkan ke accu untuk pengisian balik tertahan di kiprok. Jika itu terjadi, secara otomatis aki akan tekor.
Pengecekan bisa dilakukan dengan mengukur voltase yang dihasilkan kiprok dengan multitester. Jika voltasenya melebihi batas yang ditentukan, berarti kiproks memang bermasalah.
Saat melakukan pemeriksaan dengan multitester, gunakan pengukuran arus DC dan atur saklar meter pada posisi 50 volt. Lakukan pengukuran voltase kiprok dengan menempelkan jarum positif multitester dengan kabel positif accu. Sedangkan jarum negatif mulitester ditempelkan di bodi atau kutup negatif accu.
Cara mengukurnya, lepaskan kutup positif pada accu dan hidupkan mesin dengan kickstarter. Bersamaan dengan gas dibuka hingga putaran mesin ke 3000 rpm atau lebih, perhatikan jarum penunjuk multitester. Jika angka yang ditunjuk melebihi 14 volt, itu tandanya kiprok memang sudah tak layak pakai.
Tapi yang perlu jadi catatan, pemeriksaan ini sesuaikan dengan buku manual. Karena setiap merek dan tipe motor biasanya memiliki batasan tersendiri.
Menganalisa masalah kelistrikan motor memang terkadang gampang-gampang susah. Ada masalah pada lampu yang tak mau menyala atau redup, starter elektrik tak berfungsi baik dan lampu sein tak bekerja sempurna, langsung yang terpikir adalah masalah ada pada accu nya. Tak sedikit dari bikers yang harus membeli accu baru, tapi tak menyelesaikan masalah. Justru masalah yang sama tetap ada meski accu sudah diganti dengan yang baru.
Dalam menganalisa masalah kelistrikan motor, ada beberpa unsur yang harus diperhatikan selain accu.
Biasanya dalam Trouble Shooting untuk kelistrikan motor menggunakan skema duri ikan. Dimana accu adalah komponen pertama yang dilakukan pemeriksaan. Setelah accu pemeriksaan diarahkan ke Wiring atau pengkabelan, berlanjut ke Regulator, dan terakhir Generator.
Lakukan pengecekan accu dengan Multitester untuk mengetahui apakah voltase masih berada dalam kondisi normal. Jika jarum multitester menunjukan angka dibawah 7 volt, coba charge ulang accu tersebut. Kalau sudah dicharge dan dalam waktu yang singkat voltase kembali berkurang, perlu dicurigai adanya hubungan arus pendek.
Terkadang ada dibeberapa bagian kabel yang mulai getas atau rapuh, sehingga saat terjadi gesekan dengan bodi atau rangka, kulit kabel mudah terkelupas. Hal ini juga memicu permasalahan kelistrikan atau konslet.
Yang tak kalah penting mendapat pemeriksaan adalah kiprok atau dalam bahasa teknis nya disebut sebagai regulator rectifier. Saat kiprok bermasalah, terkadang analisa bengkel pun salah dan langsung menuju pada accu. Entah karena ingin mendapat keuntungan dari penjualan atau karena memang sang mekanik tak paham dalam mengatasi masalah kelistrikan.
Biasanya jika kiprok bermasalah, usia accu tak akan lama karena arus listrik dari spul yang seharusnya dialirkan ke accu untuk pengisian balik tertahan di kiprok. Jika itu terjadi, secara otomatis aki akan tekor.
Pengecekan bisa dilakukan dengan mengukur voltase yang dihasilkan kiprok dengan multitester. Jika voltasenya melebihi batas yang ditentukan, berarti kiproks memang bermasalah.
Saat melakukan pemeriksaan dengan multitester, gunakan pengukuran arus DC dan atur saklar meter pada posisi 50 volt. Lakukan pengukuran voltase kiprok dengan menempelkan jarum positif multitester dengan kabel positif accu. Sedangkan jarum negatif mulitester ditempelkan di bodi atau kutup negatif accu.
Cara mengukurnya, lepaskan kutup positif pada accu dan hidupkan mesin dengan kickstarter. Bersamaan dengan gas dibuka hingga putaran mesin ke 3000 rpm atau lebih, perhatikan jarum penunjuk multitester. Jika angka yang ditunjuk melebihi 14 volt, itu tandanya kiprok memang bermasalah.
Tapi yang perlu jadi catatan, pemeriksaan ini sesuaikan dengan buku manual. Karena setiap merek dan tipe motor biasanya memiliki batasan tersendiri.

 

 

Kiprok bahasa tekniknya regulator atau rectifier. Enggak bisa sembarang saling tukar (gbr. 1). Meskipun dalam praktiknya masih ada saja yang melakukan subtitusi atau mengganti part ini dengan produk imitasi kurang berkualitas. Dan biasanya, efek negatifnya kalau nggak aki mendadak tekor, cahaya lampu utama jadi kurang terang. Atau umur pakai regulator palsu pendek.
"Dulu belum tahu, iseng beli kiprok imitasi yang harganya sekitar Rp 15-35 ribuan. Meski dari tampak luar punya bentuk sama, begitu dipasang enggak lama dipakai aki mendadak tekor. Bahkan cahaya lampu yang awalnya terang pun ikutan redup. Begitu ditelusuri baru terbukti, komponen dalam kiprok imitasi beda dengan orisinal. Terutama part number pada salah satu komponennya," sesal Hari Samon, pemilik Honda Supra X.
Mendengar pengalaman Hari, Tomy Huang bos sekaligus pembuat CDI BRT yang juga memproduksi kiprok untuk merek ternama di Tanah Air, tidak tinggal diam. Pria berkacamata ini mewanti agar pengguna motor yang kerap bermasalah dengan piranti ini tidak sampai mengalami kejadian begitu berulang kali.2827hal14_kiproksupra_boyo2.jpg
Coba saja kalau konsumen lebih dari empat kali salah beli kiprok dengan harga rata-rata Rp 15-35 ribu. Jika digabung, mereka itu bisa beli kiprok orisinal atau KW2 yang harganya berkisar antara Rp 75 sampai 150 ribuan. Urusan pun langsung dijamin beres.
"Dengan membeli kiprok yang tepat, pemilik motor juga jadi nggak khawatir lagi aki tekor atau lampu redup. Sebab salah satu komponen di dalam kiprok sudah jelas speknya dengan motor yang akan diganti," imbuh pria berkantor di PT Bintang Niaga Jl. Mayor Oking, Cibinong, Bogor ini.
Lebih lanjut dijelaskan, selain tidak dianjurkan beli kiprok palsu, Tomy Huang juga berpesan agar konsumen lebih teliti. Terutama spek motor khususnya aki dan beban bohlam.
Misal kiprok Honda Supra X 125. Disarankan beli kiprok yang speknya benar untuk motor itu. Lantaran kode komponen di dalam rangkaian instrumen kiprok yang diterapkan, sudah sesuai dengan spek aki dan kebutuhan beban arus bohlam lampu pada motor itu (gbr. 2).
"Kalau aki motor pakai 5Ah, usahakan jangan pakai kiprok untuk motor ukuran aki 3Ah. Atau bohlam 25 watt pakai kiprok 18 watt. Jangan dilakukan. Wajar kalau aki gampang tekor dan cahaya lampu kurang terang. Makanya jangan asal pilih murah. Pilih orisinal atau KW2 berkualitas," tutup pria berkacamata itu.


2 komentar:

budi yanto mengatakan...

mw shering nch BRT
kiprok buat motor supra X 125 D itu apa memang susah y di cari
trus untuk HET nya sendiri berapa
soalnya motor saya kiproknya yg rusak

toko kelinci white mengatakan...

Modif kiprok gmn gan biar efisien dan hasil maximal

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews